DISCLAIMER BEFORE READING THIS CHAPTER:

Penanganan pertama dalam bagian ini dituliskan berdasarkan artikel dan sumber terpercaya beserta pengalaman dari teman penulis yang pernah terkilir sekaligus terjun di dunia olahraga. Namun, penulis tidak menyarankan penangan yang telah tertulis sedemikian rupa untuk sebagai salah satu acuan jika terjadi secara nyata. Jika kejadian serupa terjadi kepada seseorang atau diri kalian, penulis strongly advised untuk bisa langsung meminta bantuan medis yang lebih terpercaya dalam menangani cedera.


Keesokan harinya, Hakim benar-benar menetapi janjinya. Pada latihan pagi hari ini dengan agenda permainan tunggal sebanyak 5 kali pengulangan, Hakim tidak mengubris bahkan menatap sinis sosok laki-laki penyebab air mata Hakim pecah begitu saja. Saking herannya, Alan sempat bertanya kepada Hakim di saat jam makan siang dan jawaban yang didapat hanyalah Hakim yang mengedikkan bahunya sembari fokus mengunyah makanan menyedihkan menurut Alan. Sedangkan di ujung meja sana, Noel juga ditanya hal yang sama oleh Mikhael. Noel yang mendapatkan pertanyaan itu hanya menatap punggung kecil tegap Hakim yang membelakanginya dan mengacuhkan pertanyaan tersebut dengan mengalihkan topik lainnya.

Alan pikir kejadian yang terjadi sekali dalam seumur hidup ini tidak akan bertahan lama alias sebentar lagi juga ada alasan untuk mereka adu mulut kembali. Namun betapa anehnya Tom & Jerry live action yang selalu Alan saksikan itu bertahan sudah hampir 2 minggu lamanya. Hakim pun juga terkejut dengan sikapnya yang ternyata bisa berlaku normal jika dihadapkan oleh Noel yang dinotabenekan orang paling mengesalkan seluruh dunia. Buktinya saat Coach Andre memasangkan Hakim dengan Noel untuk latihan permainan tunggal, mereka berdua bersikap biasa saja bahkan selama empat kali pengulangan permainan selalu menghasilkan ronde yang seri sehingga diberhentikan secara paksa oleh Coach Andre karena bermain terlalu lama.

Sama halnya dengan Noel yang merasakan terkejut dengan mulutnya yang sekarang bisa ia lebih jaga tanpa harus merocos apa yang sedang dilakukan oleh Hakim. Sudah terhitung 2 minggu setelah kejadian di ruang cuci waktu itu Noel juga sudah tidak lagi menyambat kekesalan dirinya kepada Hakim. Malahan akun twitternya digunakan hanya untuk sekedar mendapatkan update terbaru dari pertandingan mobil balap favoritnya saja. Mikhael saja juga menganggap hal ini kelewat aneh hanya karena sohibnya tidak mengomel ataupun berisik mengenai Hakim.

Mereka benar-benar layaknya orang asing yang hanya bertemu sekali dan itupun hanya papasan saja.

Tetapi ketentraman itu hanya bertahan selama dua minggu saja. Tepat pada hari Selasa di minggu ketiga bulan Oktober. Pada agenda workout session di sore hari, Noel tak sengaja mencederakan pergelangan tangan sebelah kirinya saat melakukan salah satu rutinitas latihan yakni, Dumbbell Wrist. Cerobohnya Noel saat itu, Noel tidak melakukan pemanasan sebelum melakukan latihan hanya karena tadi pagi sebelum kelas dirinya sudah melakukan latihan permainan cukup maksimal. Alhasil pergelangan tangannya terkilir dan diharuskan untuk melakukan pengobatan di klinik kampus.

Saat dirinya sedang menunggu perawatan lebih intensif dari perawat klinik kampus dengan keadaan terlentang di atas, horden biliknya terbuka tanpa ucapan permisi yang membuat Noel secara cepat duduk tegap karena tidak percaya dengan sosok yang akan menangani cederanya.

“Kok lu disini sih,” tanya Noel dengan nada yang tidak terima jika laki-laki yang sekarang sedang menyingkirkan kompres es batu di pergelangan tangannya adalah perawat yang akan menangani cederanya.

“Yaudah biarin lu gabisa main badminton lagi.” Saat itu juga pergelangan tangan Noel dibiarkan begitu saja oleh Hakim. Dingin yang menjalar di pergelangan tangan Noel makin lama makin menghilang sehingga nyeri mulai terasa pada pergelangan tangannya. Hakim yang menyadari perubahan air muka Noel yang terlihat menahan rasa sakit langsung menyambar pergelangan tangan Noel.

Mendapati pergelangan tangan yang terkilir diangkat tanpa aba-aba membuat teriakan kesakitan keluar dari mulut Noel, “Bisa aba-aba gak anjingg?”

“Cemen banget deh lu.”

“Ya lu coba sini tangan lu gue pelintir baru ngomong.” dan ruangan kembali sunyi. Hakim sebenarnya tidak mau menangani pasien yang notabenenya masih menjadi musuh bebuyutannya awalnya. Namun, apa daya sebagai salah satu anggota klub paramedics yang apesnya baru dikabarkan tadi pagi dirinya ditunjuk untuk menjadi perawat sementara yang menyebabkan dirinya sekarang terjebak dengan orang yang ia malas untuk temui.

Suara desisan kesakitan masih terdengar di indra pendengaran Hakim saat dirinya mengecek keadaan pergelangan tangan Noel. Setelah memastikan tidak terjadi pembengkakan yang tidak terlalu parah, Hakim langsung menyemprotkan obat pereda nyeri sebelum ia membalut area pergelangan tangan Noel dengan kinesio tape agar tidak memperparah cedera.

Hakim yang merasa sudah selesai melakukan pekerjaannya pun langsung membereskan peralatan yang ia bawa. Namun, persis saat Hakim ingin keluar dari bilik bersama dengan peralatan yang sudah rapih terdapat suara mengeluh dari pasien menyebalkan yang pernah Hakim tangani.

“Udah gini doang?” Hakim yang merasa tidak perlu menjawab pertanyaan retoris itu hanya membalikan badan dan menatap Noel kesal. Pasalnya siapapun yang terjun ke dalam dunia olahraga pasti paham betul jika ada bagian tubuhnya yang terkena cedera ringan (terutama tangan) hanya perlu beristirahat setelah penanganan pertama dilakukan. ****Setelah dua atau empat hari kemudian bisa melakukan pengecekan lebih lanjut apakah cedera yang dirasakan sudah membaik atau memperparah.

Padahal Hakim sudah berani bersumpah untuk tidak naik pitam perihal apapun yang menyangkut dengan Noel. Namun pertanyaan yang ditanyakan sungguh membuat amarah Hakim sudah diujung kepala. Dengan sisa kesabaran yang sudah setipis tisu yang diguyur habis oleh satu ember penuh air, Hakim menjawab, “Lu pikir aja sendiri.” Hakim langsung melenggang begitu saja meninggalkan Noel yang masih meminta kepastian apakah cederanya sudah selesai ditangani atau belum. Mungkin inilah awal dari Tom & Jerry jilid kedua dimulai kembali.